Rabu, 18 April 2012

MAKALAH SUMBER DAYA MANUSIA

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
SUMBER DAYA MANUSIA
ANGGOTA :
INTAN KUSUMA WARDANI (48210963)
SARI AYU AGUSTINA (46210380)
WAHYUNI (48210446)
KELAS 2DA02
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “SUMBER
DAYA MANUSIA”.
Makalah ini berisikan tentang informasi tentang “Bagaimana kondisi Sumber
Daya Manusia yang ada di Indonesia” atau yang lebih khususnya membahas
Perkembangan Sumber Daya Manusia secara Global. Diharapkan Makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Sumber Daya Manusia.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Depok, 15 April 2012
3
PENDAHULUAN
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting
dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal. Oleh karena itu,
SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan.
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan struktur
baru, yaitu struktur global. Struktur tersebut akan mengakibatkan semua bangsa
di dunia mau tidak mau akan terlibat dalam suatu tatanan global yang seragam,
pola hubungan dan pergaulan yang seragam khususnya dibidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat,
masyarakat dunia terus berubah sejalan dengan perkembangan teknologi, dari
masyarakat pertanian ke masyarakat industri dan berlanjut ke masyarakat pasca
industri yang serba teknologis. Pencapaian tujuan dalam bidang politik,
ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan cenderung akan semakin
ditentukan oleh penguasaan teknologi dan informasi, walaupun kualitas sumber
daya manusia (SDM) masih tetap yang utama.
Sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam
persaingan global, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan
memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang
selama ini kita abaikan. Globalisasi yang sudah pasti dihadapi oleh bangsa
Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha. Dalam
globalisasi yang menyangkut hubungan intraregional dan internasional akan
terjadi persaingan antar negara.
4
DEFINISI
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang
terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk
sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri
serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan
kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian
praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem
yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian
psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan
organisasi.
Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau
(MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan
psikologi. Mengingat struktur SDM dalam industri-organisasi dipelajari oleh
ilmu manajemen, sementara manusia-nya sebagai subyek pelaku adalah bidang
kajian ilmu psikologi.
Berikut ini merupakan beberapa definisi mengenai Sumber Daya Manusia:
•Sumber Daya Manusia(SDM) adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu
organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pekerjaan atau karyawan).
•Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi
dalam mewujudkan eksistensinya.
•Sumber Daya Manusia(SDM) adalah potensi yang merupakan asset dan
berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) didalam organisasi bisnis,
yang dapat diwujudkan menjadi potensinyata(real) secara fisik dan non
fisikdalam mewujudkan eksistensi organisasi.
5
PENTINGNYA SUMBER DAYA MANUSIA
Dengan mempelajari bagaimana pentingnya dan menangani kualitas sumber
daya manusia maka akan terwujud:
a. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia.
b. Meningkatnya kesejahteaan masyarakat dengan perluasan lapangan kerja.
c. Meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja
d. Peningkatan kualitas transmigran
e. Pemberdayaan kawasan transmigrasi sebagai pengembangan tanaman
pangan, tanaman perkebunan dan industri kecil.
f. Pemerataan penduduk dan hasil-hasilnya
g. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pembangunan dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang mandiri.
6
STUDI KASUS
Terkait dengan kondisi sumber daya manusia Indonesia yaitu adanya
ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. Jumlah
angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi sekitar 92,73 juta orang, sementara
jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada
sekitar 5,06 juta orang penganggur terbuka (open unemployment). Angka ini
meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta.
Kedua, tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah.
Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan
dasar yaitu sekitar 63,2 %.
Kedua masalah tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja
dan rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor
ekonomi. Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan
sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi
lulusan perguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja lulusan
perguruan tinggi terus meningkat. Sampai dengan tahun 2000 ada sekitar 2,3
juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi.
Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan
dampak semakin banyaknya angka pengangguran sarjana di Indonesia. Menurut
catatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas angka
pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 orang.
Masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan
selama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai.
Itu sebabnya keberhasilan pembangunan yang selama 32 tahun dibanggakan
dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7%, hanya berasal dari pemanfaatan
sumberdaya alam intensif (hutan, dan hasil tambang), arus modal asing berupa
pinjaman dan investasi langsung. Dengan demikian, bukan berasal dari
kemampuan manajerial dan produktivitas SDM yang tinggi. Keterpurukan
ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan
pembangunan akibat dari rendahnya kualitas SDM.
Rendahnya SDM Indonesia diakibatkan kurangnya penguasaan IPTEK,
karena sikap mental dan penguasaan IPTEK yang dapat menjadi subyek atau
pelaku pembangunan yang handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan
pendidikan perlu juga disinergikan dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu
dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya
memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus
7
dikedepankan.
Salah satu problem struktural yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah
bahwa pendidikan merupakan subordinasi dari pembangunan ekonomi. Pada era
sebelum reformasi pembangunan dengan pendekatan fisik begitu dominan. Hal
ini sejalan dengan kuatnya orientasi pertumbuhan ekonomi.
8
DAMPAK IPTEK TERHADAP SDM INDONESIA
Pengaruh IPTEK terhadap peningkatan SDM Indonesia khususnya dalam
persaingan global dewasa ini meliputi berbagai aspek dan merubah segenap
tatanan masyarakat. Aspek-aspek yang dipengaruhi, adalah sebagai berikut :
1. Dampak Globalisasi
yang ditimbulkan oleh teknologi dalam era globalisasi, khususnya
teknologi informasi dan komunikasi, sangat luas. Teknologi ini dapat
menghilangkan batas geografis pada tingkat negara maupun dunia.
2. Aspek Ekonomi.
Dengan adanya IPTEK, maka SDM Indonesia akan semakin meningkat
dengan pengetahuan-pengetahuan dari teknologi tersebut. Dengan
kemajuan SDM ini, tentunya secara tidak langsung akan mempengaruhi
peningkatan ekonomi di Indonesia. Berkaitan dengan pasar global dwasa
ini, tidaklah mungkin jika suatu negara dengan tingkat SDM rendah dapat
bersaing, untuk itulah penguasaan IPTEK sangat penting sekali untuk
dikuasai.
Selain itu, tidak dipungkiri globalisasi telah menimbulkan pergeseran nilai
dalam kehidupan masyarakat di masa kini akibat pengaruh negatif dari
globalisasi.
3. Aspek Sosial Budaya.
Globalisasi juga menyentuh pada hal-hal yang mendasar pada kehidupan
manusia, antara lain adalah masalah Hak Asasi Manusia (HAM),
melestarikan lingkungan hidup serta berbagai hal yang menjanjikan
kemudahan hidup yang lebih nyaman, efisien dan security pribadi yang
menjangkau masa depan, karena didukung oleh kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dampak yang timbul diakibatkannya ikatanikatan
tradisional yang kaku, atau dianggap tidak atau kurang logis dan
membosankan. Akibat nyata yang timbul adalah timbulnya fenomenafenomena
paradoksal yang muaranya cenderung dapat menggeser paham
kebangsaan/nasionalisme. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan
meningkatnya tanggapan masyarakat atas kasus-kasus yang terjadi dinilai
dengan didasarkan norma-norma kemanusiaan atau norma-norma sosial
yang berlaku secara umum (Universal internasional).
9
PENYELESAIAN MASALAH
Dengan mempelajari studi kasus diatas dapat kita ketahui banyaknya
pengangguran di Indonesia dari tahun ke tahun karena banyak faktor yang
mempengaruhi. Berikut ini merupkan beberapa upaya untik mengatasi
pengangguran:
a. Penanaman Modal
Penanaman modal diperlukan, terutama untuk mengatasi pengangguran
struktural. Kamu masih ingat bukan, pengangguran struktural terjadi karena
perubahan struktur atau komposisi ekonomi yang menyebabkan penurunan
kegiatan produksi. Agar kegiatan produksi dapat bangkit kembali, diperlukan
suntikan atau penanaman modal baru. Apabila kegiatan produksi telah bangkit
kembali, akan ada kesempatan kerja baru yang tercipta.
b. Penyediaan Informasi mengenai Lowongan Pekerjaan
Untuk mengatasi pengangguran friksional dan pengangguran musiman, perlu
ada informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang
memerlukan tenaga kerja dan bagaimana kriteria tenaga kerja yang diperlukan.
Kadang kala seorang pencari kerja selain tidak memiliki informasi mengenai
tempat yang ada lowongan pekerjaannya, juga tidak tahu apakah perusahaan
yang membutuhkan tenaga kerja cocok dengan tingkat pendidikan dan
keterampilan yang dimiliki.
c. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
Perusahaan tentu lebih memilih tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan
keahlian. Akibatnya, banyak tenaga kerja yang menganggur karena ditolak
perusahaan sebab tidak memiliki keahlian dan keterampilan. Dengan mengikuti
program pendidikan dan pelatihan, kesempatan kerja yang semula tidak dapat
diraih akhirnya dapat ia peroleh.
d. Menumbuhkan Jiwa dan Hasrat Wirausaha
Banyak orang masih berpikir bagaimana mencari pekerjaan dan bukan
bagaimana menciptakan peluang pekerjaan. Apabila hal ini masih terjadi,
pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Memang tidak mudah untuk
memulai usaha baru. Butuh keberanian tinggi untuk siap menanggung risiko
bila usaha tersebut tidak berjalan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, jiwa
wirausaha perlu dipupuk sejak dini pada setiap warga negara Indonesia.
10
DAFTAR PUSTAKA
1. http://emperordeva.wordpress.com/about/sdm-indonesia-dalam-persainganglobal/
2. Ekonomi SMA/MA Kls XI (Diknas), Oleh L Purnastuti RR Indah M
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia
4. http://sdmatr.wordpress.com/
5. http://www.google.com/dampak_sumber_daya_manusia

1 komentar: